Just another WordPress.com weblog

Baby Baby [FANFICTION]

Star apartement tower C, seoul 17.30 pm

Seorang perempuan umurnya kira – kira 25 tahunan memasuki sebuah kawasan aparetemen elit di seoul, tangan kirinya menenteng tas kecil dan tangan kanannya membawa seorang bayi laki – laki.

Wanita itu keluar dari lift tepat di lantai 12 apartemen yang seluruhnya memiliki 50 lantai tersebut. Wanita itu lalu meletakkan anak bayi yang di bawanya itu di depan salah satu pintu apartemen.
“maafkan omma …” ucap wanita itu lirih lalu mencium dahi anak nya itu dengan lembut.
“jaga dirimu baik – baik” ucapnya lalu meninggalkan bayi itu di depan pintu apartemen sambil terisak.

**
Star apartement tower C, lantai 11, gwangjin, seoul 17.30 pm

Sementara itu ….

“ah,…. Sungmin hyung kau benar – benar ingin pergi sendiri??” Tanya kyuhyun sambil membantu sungmin berkemas.
“yup! Aku ingin mengunjungi makam nenek bersama sung jin, sudah 2 tahun aku melewatkan upacara memperingati hari nenek meninggal……” kata sungmin yang telah menyelesaikan acara berkemasnya lalu mengenakan tas selempangnya
“jaga dirimu baik – baik, kalo maen jangan jauh – jauh entar ilang!!” kata sungmin sambil menepuk bahu kyuhyun dengan wajah polos.
“aku bukan anak kecil hyung!” protes kyuhyun.
“yasudah aku berangkat dulu bilangin teuki hyung, aku pulang 2 hari lagi okeh??”
“ne …. Aku bilang ke teuki hyung kalau hyung pulang 2 tahun lagi..” jawab kyuhyun sambil tersenyum evil.
“PLETAKKK!!!!” sungmin memukul kepala kyuhyun dengan tongkat baseball *reader : dari mana tue tongkat??, author : dari tadi wkwkwkk, reader: author ganyam*

kyuhyun meringis sambil memegangi kepalanya.
“yasudah aku berangkat dulu… annyeong!!”

sungmin membuka pintu apartemen mereka lalu berjalan menuju lift. Saat itu sungmin menemui seorang wanita yang lebih tua darinya 2 tahun juga ingin menaiki lift. Sungmin tersenyum pada wanita itu, wanita itu pun membalasnya dengan tersenyum getir.

**
Star apartement tower C, lantai 11, gwangjin, seoul 18.00 pm

“aku laparrrr…..~” keluh yesung sambil memegangi perutnya.
“wookie lama banget sih beliin ramennya…” keluhnya lagi sambil guling – guling di ruang tengah.
“kenapa hyung?? Kok guling – guling??” Tanya eun hyuk yang baru datang.
“aku ….. lapaaaarrrrr” jawab yesung lalu kembali guling – guling di lantai.
“hyung berhenti guling – guling kaya gitu, hyung ngehalangin jalan tau ga?? Aku kan mau lewat!!!” bentak eun hyuk.
“beraninya kau membentakku!!!” yesung bangun dari acara guling – gulingnya dan berjalan menghampiri eun hyuk dengan wajah siap memakan.
“a…. amp….ampun hyung” eun hyuk menutup wajahnya takut kalau yesung akan mengangkatnya dan melemparnya ke lantai dasar. Tidak taunya yesung malah duduk di meja makan.
“WOOKIE!!! Kenapa kau lama sekali??!!” pekik yesung saat melihat wookie yang baru saja datang.
“ah, mianhae….. kalau gitu aku masak dulu ramennya…” ujar wookie lalu pergi ke dapur, sebelumnya ia menatap heran eun hyuk yang menutup mukanya rapat – rapat.
“hyung kenapa??” Tanya wookie polos. Eun hyuk lalu mengangkat wajahnya dan melirik kearah yesung yang duduk manis di kursi makan.

“ah!! Hyung kau membuatku takut” ucap eun hyuk lalu beranjak menuju kamarnya. Yesung tidak memperdulikan perkataan eun hyuk berusan.

5 menit kemudian ramen pesenan yesung pun jadi, ryeowook duduk di depan yesung sambil menatap hyungnya yang menyantap lahap ramen buatannya.
“hyung aku membuat itu bukan untuk satu orang” celetuk ryeowook.
“kau mau?? Ini ….” Yesung mengambil kan ryeowook satu mangkuk ramen yang di ambilnya dari panci, kemudian melahap kembali ramen dalam panci itu.
“hyung! Sungmin hyung hari ini mengunjungi makam neneknya ya??” Tanya ryeowook.
“benarkah?? Aku tidak tau itu” jawab yesung dengan mulut penuh ramen.
“masa hyung tidak tau?? Dari tadi hyun kan ga kemana – mana???”
“owh iya aku melihat sungmin keluar sambil membawa tas tapi aku tidak tau kalau dia akan pergi ke rumahnya” jawab yesung.

**
Star apartement tower C, lantai 12, gwangjin, seoul 18.00 pm

“hoamhhh…….” donghae keluar dari kamarnya sambil menguap dan mengucek – ngucek matanya, dia melihat ke sekitar apartemen.
“ah….. tidak ada orang ….. aku mau tidur lagi!” gumam donghae. Baru saja ia membaringkan tubuh ke kasur ada suara anak kecil yang menangis di depan pintu apartemen.
“suara apaan tuh?? Jangan – jangan setan! hiyyy….” Donghae buru –buru bersembunyi di balik selimut.

Sementara itu …..

“teuki hyung udah pulang belum ya??” gumam kyuhyun seraya memencet tombol handphonenya. Kyunhyun meletakkan hp nya ketelinga kanannya sambil berjalan memasuki pintu lift yang terbuka. Kyuhyun ingin naik kelantai 12 untuk memberitahu Lee teuk kalau sungmin pergi mengunjungi keluarganya hari ini dan akan kembali 2 hari lagi. Pintu lift terbuka, dengan santai Kyuhyun berjalan menghampiri sebuah pintu apatertemen.

Tiba – tiba ……
“a….apa itu??” gumam kyuhyun sambil menunjuk sebuah keranjang tepat di depan pintu apartemen milik hyung – hyungnya. Kyuhyun mendekati keranjang itu untuk melihat isinya.
“AIGOOOO!!!” pekik kyuhyun saat melihat bayi laki – laki di dalam keranjang.
“hy… hyu…. HYUNG!!!!!” teriak kyuhyun.

Donghae yang bersembunyi di balik selimut langsung terbangun dan berlari menuju pintu.
“krreekkk” pintu terbuka.
“HYUNG!!!” kyuhyun berteriak tepat di wajah donghae.
“AAAAAAA!!!” donghae juga ikut berteriak.
“ada apa???!!!!” Tanya donghae.
“I … itu …. Punya siapa???” kyuhyun menunjuk keranjang berisi bayi itu dengan tatapan ngeri. Donghae menoleh kearah yang di tunjukkan kyuhyun.
“TUYUL!!!” pekik donghae. Lalu naik ke gendongan kyuhyun.
“itu bukan tuyul hyung itu bayi!!” ujar kyuhyun.
“benarkah??” donghae turun dari gendongan kyuhyun lalu meneliti benar – benar bayi di dalam keranjang itu.
“hhahaha….. iya kau benar ternyata kau tidak bodoh” kata donghae sambli tersenyum tanpa dosa.
“aisshhh!!” desah kyuhyun jengkel.
“lalu tuyul eh salah bayi ini punya siapa??” Tanya donghae.
“meneketehe punya hyung kali! Hyung punya anak di luar nikah ya??” tuduh kyuhyun se enak jidatnya.
“enak aza!! Aku kan innocent! Mana mungkin aku melakukan perbuatan serendah itu!!” sungut donghae tak terima.
“lantas??” Tanya kyuhyun.
“meneketehe,,,”

bayi itu terus menangis. Kyuhyun dan donghae hanya berdiri di depan pintu sambli terbengong – bengong melihat bayi itu.
“lalu?? Apa yang akan kita lakukan??” Tanya donghae.
“kita harus memberitahu teuki hyung lalu kita lapor polisi” jawab kyuhyun sambil merogoh hand phone di saku celana donghae.
“YAK!!! Kenapa kau mengambil hand phone ku???!!!!” protes donghae.
“hand phone ku lowbath!!”
kyuhyun memencet – mencet tombol hand phone donghae mencari nomer hp teuki.

“ah ….. aa…. Tunggu!! Kalau kita lapor teuki hyung kita bisa di marahi!!!” tahan donghae lalu merebut handphonenya.
“lalu bagaimana??”
“mmm….. sebaiknya kita tenangkan dulu bayi ini, tangisannya membuat telinga ku sakit!!” ujar donghae.
“bagaimana caranya???” Tanya kyuhyun polos.
“PLETAKKK!!!”
“minta bantuan sungmin hyung dodol!!!” ujar donghae. Kyuhyun meringis.
“PLETAKKK!!!” kyuhyun gentian memukul kepala donghae dengan tongkat baseball.
“sungmin hyung sedang pergi! Jadi bagaimana kita menjaganya????” Tanya kyuhyun.
“benarkah???” Tanya donghae lalu melirik bayi itu, semaikin lama tangis nya semakin keras.
“kalau begitu aku akan bawa ke lantai 11 suruh ryeowook hyung mengurusnya” ujar kyuhyun enteng.
“hahha!!! Benar juga!!” kata donghae.

Setelah itu tidak ada di antara mereka yang melakukan apapun.

1 menit …
3 menit …
5 menit ….
1 jam ….

20 tahun kemudian …
*reader : kelamaan woi!!!, author : heehehe maap maap*

“YAK!!! Ayo angkat!!” perintah donghae.
“yahhh hyung kok aku???” protes kyuhyun sambil mengamit tangannya di dada.
“aku tidak mau!!” pekik kyuhyun karena donghae memaksanya.
“kenapa tidak hyung saja???”

“beraninya kau menyuruhku!!! Ayo bawa!!!!” teriak donghae galak, nyali kyuhyun langsung ciut, dia memilih mengalah dari pada di tendang sampai apartemen sebelah.

**
“tok …. Tok ….” Donghae mengetuk pintu apartemen.
‘krekk….’
Seseorang dengan wajah putih menyeramkan membukakan pintu.
“KYAAAAAAAAAAA!!!!” teriak kyuhyun dan donghae bersamaan.
“HYUNG!!! Untuk apa kau memakai itu???!!!” pekik kyuhyun saat melihat eun hyuk membukakan pintu dengan wajah berlmuran masker.
“kau darimana??” Tanya eun hyuk pada kyuhyun. Kemudian ia melirik donghae yang ikut bersama kyuhyun.
“hei! Kau! buakankah wilayahmu ada di atas?? Kau kangen pada ku ya???” goda eun hyuk pada donghae.
“CIH!! Untuk apa aku merindukanmu!!!” sungut donghae lalu memalingkan wajahnya.
“aish!! Dasar kau!!!” eun hyuk baru saja ingin menjitak donghae kemudian Kemudian eun hyuk tanpa sengaja melihat keranjang yang di bawa kyuhyun.
“AIGOOOOO!!! KYUHYUN!!! ANAK SIAPA ITU???” pekik eun hyuk saat melihat keranjang apa yang di bawa kyuhyun.
“sssstttt …. Kedengaran tetangga malu tauk??” donghae berusaha menenangkan eun hyuk yang begitu histeris saat melihat bayi yang di pegang kyuhyun.
“kalian ini bagaimana?? Kalau ketauan teuki hyung tamatlah riwayat kalian!!” bisik eun hyuk.
“itu dia hyung! Kami bingung bagaimana caranya menyembunyikan bayi ini dari teuki hyung!” kata kyuhyun.
“masuk dulu!” perintah eun hyuk, donghae dan kyuhyun pun memasuki apartemen sambil membawa bayi itu. Donghae menenteng tas berisi peralatan bayi sedangkan kyuhyun membawa keranjang bayinya.
“AIGOOOO!!!” *perasaan dari tadi aigooo mulu* ryeowook menghampiri kyuhyun yang membawa bayi itu lalu mengendongnya.
“manis sekali!! Ini adik mu ya kyu???” Tanya ryeowook sambil terus menimang – nimang bayi itu.
“bukan ini keponakkan kita, anak ini adalah anaknya donghae hyung!!” seru kyuhyun bersemangat.
“PLETAKKKKKKK!!!!” donghae memukul kepala kyuhyun dengan tongkat raja neptunus yang dia colong dari spongebob, songebob dapet itu tongkat dari plankton yang berusaha mencuri resep krebipaty *author sterssss*
“HEH!!! Sembarangan!!!” ujar donghae tak terima.
“lalu??” ujar yesung santai, dia sibuk menghabiskan satu panci ramen yang di buatkan ryeowook tadi *gile!! Udah setengah jam makan ga abis – abis??*yesung: yaiyalah Lo nulisnya gw makan sepanci, kalo lo nulis gw makan segentong 2 hari baru abis*

“kami tidak tau ini anak siapa, tiba – tiba saja muncul di depan pintu” jelas donghae.
“ada apa ribut – ribut??” celetuk shindong yang baru bangun tidur.
“GYAAAAAAAAAAAA!!! ~” pekik shindong saat melihat eun hyuk yang mengenakan masker hingga menetupi seluruh permukaan wajahnya. Dengan keadaan seperti itu eun hyuk terlihat menyeramkan.
“ah! Tidak usah histeris begitu!!!” sahut eun hyuk lalu melihat anak bayi yang di gendong oleh ryeowook.
Anehnya saat melihat wajah eun hyuk yang penuh dengan masker bayi itu berhenti menangis dan tertawa.
“wah hyuk kayaknya si ie jung suka pada mu!!” celetuk yesung.
“dapat darimana nama itu??” Tanya donghae.
“dari pada memanggilnya hei atau hallo aku menamakannya ie jung saja” jawab yesung santai.
“ooooo…..”

“Kalau begitu eun hyuk hyung saja yang menjaga ie jung!!” ujar kyuhyun sambil tersenyum lega.
“MWO???!!!! ANI ….. ANNIII!!! Aku tidak mau!!!” tolak eun hyuk.
“aku mau cuci muka dulu” eun hyuk lalu berjalan menuju kamar mandi.

“sebenarnya ini anak siapa??” Tanya shindong bingung.
“kami juga tidak tau!! Kalau kami tau mungkin kami kembalikan ke yang punya” jawab kyuhyun.

“hueeeee~….” Bayi itu mengangis saat melihat shindong.
“cup …. Cup jangan menangis….” Bujuk ryeowook sambil menimang – nimang bayi itu.
“hueeee~ …” bayi itu tetap menangis.
“nangning ningnang ningnung! Ini ada orang – orangan sawah!!!” yesung menarik kyuhyun lalu mengerak – gerakkan tangan kyuhyun sambil menyanyi – nyanyi gaje, maksudnya membujuk bayi itu agar tidak menangis.

“YAK!!! HYUNG!!!! Aku bukan orang – orangan sawah!!! Aku cowo paling ganteng di bumi ini!!!” teriak kyuhyun tak terima.
“tapi kau paling jelek di planet mars!!!” sungut yesung tak mau kalah.
“hyung!!” pekik kyuhyun.
“kalian bisa diam tidak? Kyaknya ie jung lapar ya??” kata ryeowook berusaha menenangkan ie jung yang terus menangis.
“mungkin saja! makan ini saja!!” yesung memberikan ramen yang di makannya pada ie jung.
“PLETAKKK!!!”
“pabo! Mana bisa bayi makan itu??” sungut shindong.
“lalu? Kita kesih makan apa??” Tanya donghae polos.
“biasanya bayi minta susu!” uajar ryeowook.
“susu? Tapi kita tidak punya susu formula!” ujar kyuhyun.
“kalau begitu kita harus membelinya ….” Ujar ryeowook sambil terus menimang – nimang bayi itu.
“tapi siapa yang mau membelikannya??” celetuk shindong,
“aku tidak mau!” elak kyuhyun dan donghae kompak saat yesung dan shindong menatap mereka.
“aku juga tidak mau!” ujar yesung.
“kalau begitu…” shindong melirik eun hyuk baru keluar dari kamar mandi.
“ada apa?? Perasaanku jadi tidak enak…” ucap eun hyuk dingin.

**
Setengah jam kemudian ….

Eun Hyuk menjadi sukarelawan untuk pergi membelikan ie jung susu formula di sebuah mini market yang ada di lantai dasar apartemen. Eun Hyuk kembali ke apartemen dengan tangan kosong, *sebenernya gak juga*

“masa tidak ada??” Tanya shindong,
“benar tidak ada, aku sudah cari di minimarket bawah, tapi tidak ada!” jawab eun hyuk sengit.
“kalau begitu kita harus bagaimana??” Tanya donghae, sambil melihat kearah ie jung yang terus menangis.
“kalau di supermarket tidak ada apa boleh buat kau harus mencari ke luar” ujar yesung sambil menatap eun hyuk.
“aku?? Kenapa aku lagi?? aku tidak mau!!!” tolak eun hyuk, dia tidak ingin di jadikan korban lagi untuk mencari susu formula. Apa lagi di suruh untuk mencari ke supermarket atau minimarket di luar apartemen itu terlalu berbahaya untuk seorang idol seperti eun hyuk.
“ayo lah!!!” paksa yesung, shindong, dan donghae. bagaimana dengan kyuhyun? Dia sibuk dengan game di laptopnya.
“ah! Aku tidak mau! Kalau ke tauan fans bagaimana? Tamatlah riwayatku!!!” ujar eun hyuk.
Mereka ber empat terdiam sejenak.
“aha! Kita lakukan penyamaran!!”

to be continue
by, cho minmi

Comments on: "Baby Baby [FANFICTION]" (1)

  1. hahahahahaha donghae odong2 masa tuyul? ayo! nang ning ning nang ning nung hahahaha ¤gw gila malem2¤ SUPER NICE^^

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.